1
1
Kabar baik buat kamu yang sering bepergian naik kereta api jarak jauh. PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau PT Kereta Api Indonesia (Persero) (KAI) memastikan layanan WiFi 5G akan mulai tersedia pada pertengahan tahun 2026.
Kehadiran teknologi ini ditargetkan bisa dinikmati penumpang mulai Juni hingga Juli 2026, bertepatan dengan momen liburan yang biasanya dipadati penumpang.
Direktur Utama KAI, Bobby Rasyidin, mengungkapkan bahwa peningkatan kualitas internet ini merupakan respons langsung terhadap keluhan pelanggan.
Selama ini, banyak penumpang mengeluhkan koneksi internet di dalam kereta yang kurang stabil, terutama saat digunakan untuk streaming video.
“Sekarang itu banyak keluhan bahwa internet di dalam kereta kurang bagus, kalau streaming kurang bagus. Karena itu, kami berupaya menghadirkan jaringan 5G agar layanan internet lebih baik mulai Juni-Juli,” ujar Bobby dikutip dari REPUBLIKA.CO.ID di acara penandatanganan nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) strategis tripartit di Stasiun Tanah Abang(15/04/26), .
Langkah menghadirkan WiFi 5G ini menjadi bagian dari strategi KAI dalam meningkatkan layanan hiburan dan kenyamanan perjalanan.
Dengan koneksi yang lebih cepat dan stabil, penumpang diharapkan bisa menikmati berbagai aktivitas digital tanpa hambatan, mulai dari streaming film, bekerja secara online, hingga tetap terhubung dengan keluarga selama perjalanan.
Adapun rute yang akan menjadi prioritas awal penerapan WiFi 5G adalah jalur dengan tingkat okupansi tinggi, khususnya menuju kota-kota besar seperti Semarang, Yogyakarta, dan Surabaya. Ketiga rute ini dikenal sebagai jalur favorit, terutama saat musim liburan.
Beberapa kereta unggulan yang akan lebih dulu menikmati layanan ini antara lain KA Taksaka serta rangkaian kereta di jalur utara seperti KA Argo.
Implementasi WiFi 5G di kereta api tidak berdiri sendiri. KAI menggandeng PT Solusi Sinergi Digital Tbk dan Huawei dalam kerja sama strategis untuk mempercepat adopsi teknologi 5G dan kecerdasan buatan (AI) di sektor perkeretaapian.
Melalui nota kesepahaman (MoU) yang telah ditandatangani, ketiga pihak akan fokus pada pengembangan infrastruktur ICT, implementasi jaringan 5G berbasis FRMCS (Future Railway Mobile Communication System), serta penerapan teknologi AI untuk meningkatkan efisiensi operasional.
Salah satu proyek percontohan akan dilakukan di jalur Rangkasbitung hingga Tanah Abang. Proyek ini bertujuan meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang serta menghadirkan sistem pengaturan perjalanan kereta yang lebih cerdas dan terintegrasi.
Tak hanya itu, teknologi AI juga akan digunakan untuk mendeteksi kondisi gerbong barang secara otomatis melalui analisis video. Sistem ini memungkinkan identifikasi gangguan secara cepat sekaligus mengurangi kebutuhan inspeksi manual, sehingga operasional menjadi lebih efisien.
Hadirnya WiFi 5G di kereta api menjadi langkah penting dalam transformasi layanan transportasi di Indonesia. Tidak hanya meningkatkan kenyamanan penumpang, inovasi ini juga menunjukkan komitmen KAI dalam mengikuti perkembangan teknologi global.
Sumber foto: Instagram KAI