1
1
Kabar besar datang untuk penggemar Black Sabbath. Rekaman demo awal era ketika band legendaris tersebut masih memakai nama Earth kini resmi kembali ke tangan para personel setelah tercapai kesepakatan antara Sharon Osbourne dan mantan manajer pertama mereka, Jim Simpson.
Informasi itu diungkap Sharon Osbourne dalam episode terbaru podcast The Osbournes 2.0, sekaligus mengakhiri perselisihan publik yang sempat ramai dibicarakan sejak tahun lalu.
Dalam pernyataannya, Sharon menyebut bahwa seluruh demo tersebut kini sudah kembali dan dimiliki bersama oleh empat anggota inti Black Sabbath. Menurutnya, itulah tempat yang seharusnya bagi materi bersejarah tersebut.
“Kami telah mencapai kesepakatan dengan Jim Simpson dan sekarang band sudah mendapatkan kembali demo mereka. Keempat personel inti kini memiliki hak atas materi tersebut, dan memang seharusnya begitu,” ujar Sharon Osbourne.
“Semua materi itu memang seharusnya menjadi milik mereka. Jadi semuanya berakhir dengan baik. Ya, sekarang mereka yang memilikinya. Kami akan membicarakan bersama apa yang ingin dilakukan terhadap materi itu, lalu melangkah dari sana”, tegasnya.
Empat personel klasik Black Sabbath yang dimaksud adalah Ozzy Osbourne, Tony Iommi, Geezer Butler, dan Bill Ward.
Sharon menegaskan bahwa langkah selanjutnya adalah diskusi internal band mengenai apa yang akan dilakukan terhadap materi langka tersebut, apakah akan dirilis, diarsipkan, atau digunakan untuk proyek dokumenter.
Materi yang diperebutkan disebut berasal dari tahun 1969, saat grup ini masih memakai nama Earth sebelum berganti menjadi Black Sabbath dan kemudian mengubah wajah musik rock selamanya.
Rekaman itu diyakini berisi versi awal sejumlah lagu serta materi unik yang belum pernah didengar publik. Salah satu hal paling menarik adalah adanya rekaman di mana Tony Iommi disebut memainkan flute selain gitar.
Ada pula cover lagu Blue Suede Shoes yang masuk dalam koleksi tersebut.
Bagi penggemar musik keras, demo ini punya nilai sejarah sangat tinggi karena memperlihatkan masa transisi sebelum lahirnya heavy metal modern.
Tak hanya audio, Sharon juga mengungkap bahwa hak atas foto-foto lama dari periode tersebut turut berhasil diamankan.
Menurutnya, dokumentasi visual itu penting bukan hanya bagi penggemar, tetapi juga bagi anak-anak dan cucu para personel band yang ingin melihat masa awal perjalanan keluarga mereka.
Sebelumnya, konflik antara keluarga Osbourne dan Jim Simpson sempat memanas. Simpson pernah mengungkap rencana merilis demo tersebut secara independen, sementara Sharon menentangnya secara terbuka.
Kedua pihak lalu saling menyampaikan klaim masing-masing terkait hak kepemilikan, royalti, dan komunikasi internal.
Namun kini ketegangan itu tampaknya telah selesai. Sharon bahkan menyebut Simpson “melakukan hal yang benar pada akhirnya” karena menyerahkan materi tersebut kepada band.
Dengan hak kepemilikan kini berada di tangan Black Sabbath, peluang perilisan materi arsip semakin terbuka. Banyak penggemar berharap demo era Earth bisa dirilis sebagai album koleksi, box set, atau soundtrack dokumenter perjalanan band.
Jika benar terjadi, ini bisa menjadi salah satu rilisan arsip paling penting dalam sejarah heavy metal.
Black Sabbath dikenal luas sebagai pionir genre heavy metal sejak debut album mereka pada 1970. Karena itu, setiap rekaman dari fase awal karier mereka selalu memiliki daya tarik besar di mata kolektor maupun penikmat musik dunia.