1
1
NILAI tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali menunjukkan pelemahan pada perdagangan Jumat pagi (5/6). Rupiah terkoreksi 17 poin atau turun 0,09% ke posisi Rp18.066 per dolar AS, dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp18.049 per dolar AS.
Analis dari Research and Development Indonesia Commodity & Derivatives Exchange (ICDX), Muhammad Amru Syifa, menjelaskan bahwa pelemahan ini terjadi karena rilis data Neraca Perdagangan Indonesia (NPI) yang meleset dari perkiraan investor.
“Sentimen yang mempengaruhi pergerakan rupiah berasal dari sisi domestik, terutama setelah data neraca perdagangan Indonesia yang dirilis pada 2 Juni 2026 menunjukkan perdagangan April 2026 hanya mencapai US$0,09 miliar, jauh lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya sebesar US$3,32 miliar dan di bawah ekspektasi pasar,” ucapnya kepada di Jakarta, Jumat (5/6).
Kondisi data perdagangan tersebut menandakan penurunan pasokan devisa negara, yang secara langsung menekan nilai tukar mata uang lokal. Tidak hanya dari faktor domestik, tekanan juga datang dari eksternal yakni indeks dolar AS masih tetap perkasa akibat tingginya ketidakpastian pasar global yang membuat aset berbasis dolar AS tetap menjadi primadona investor.
Selain itu, terdapat sentimen negatif tambahan terkait kekhawatiran pasar terhadap independensi Bank Indonesia menyusul adanya regulasi baru yang memperluas peran bank sentral. Hal ini memicu sikap defensif atau kehati-hatian investor dalam menempatkan modalnya di aset-aset Indonesia.
Untuk menahan laju depresiasi lebih dalam, Bank Indonesia diharapkan konsisten melakukan stabilisasi melalui intervensi pasar valuta asing (valas), instrumen Domestic Non-Deliverable Forward (DNDF), serta pasar obligasi secara terukur demi menjaga likuiditas valas.
Senada dengan hal tersebut, Amru menambahkan langkah yang perlu diambil pemerintah.
“Sementara itu, pemerintah perlu memperkuat kepercayaan investor melalui konsistensi kebijakan ekonomi, menjaga kredibilitas fiskal, serta mendorong optimalisasi devisa hasil ekspor agar pasokan valas di dalam negeri tetap terjaga,” ungkap Amru.
Melihat dinamika faktor-faktor di atas, nilai tukar rupiah diprediksi akan bergerak fluktuatif sepanjang hari ini. Pasar diperkirakan masih akan berada dalam tekanan dengan rentang pergerakan di kisaran Rp18.000 hingga Rp18.110 per dolar AS. (Ant/E-4)