1
1
MUSIM panen padi gadu atau musim tanam kedua di sejumlah wilayah Aceh bertepatan dengan datangnya bulan Rabiul Awal 1448 Hijriah. Kondisi tersebut disambut syukur petani karena hasil panen dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga sekaligus mendukung tradisi kenduri Maulid Nabi Muhammad SAW.
Muslim, tokoh petani asal Kecamatan Indrajaya, Kabupaten Pidie, mengatakan petani mulai memanen padi menjelang 12 Rabiul Awal 1448 H yang diperkirakan jatuh pada Selasa, 25 Agustus 2026.
“Alhamdulillah kami sudah mulai panen padi. Insya Allah bisa untuk kenduri syukuran memperingati kelahiran Rasulullah Muhammad SAW,” kata Muslim kepada Media Indonesia, Minggu (23/8).
Menurut Muslim, hasil panen musim gadu tahun ini belum optimal karena sebagian tanaman padi sempat terserang hama wereng cokelat. Namun, momentum panen yang bertepatan dengan bulan Maulid tetap menjadi alasan bagi petani untuk bersyukur.
Tradisi kenduri Maulid telah berlangsung turun-temurun di Aceh. Perayaan biasanya dimulai pada 12 Rabiul Awal dan dapat berlangsung hingga beberapa bulan setelahnya. Kenduri menjadi momentum bagi masyarakat untuk berkumpul, bersilaturahmi, dan memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW.
“Kalau datang bulan Maulid, tidak sedang panen saja kita rayakan hari kelahiran Nabi. Kalau pas musim panen tentu lebih besar lagi kendurinya, bisa mengundang para tamu ke rumah,” kata Farida, warga Aceh.
Di Kabupaten Pidie, panen padi gadu mulai berlangsung di sejumlah kecamatan, antara lain Indrajaya, Peukan Baro, Mila, Sakti, Keumala, dan Titeue. Musim panen di wilayah tersebut diperkirakan berlangsung hingga dua bulan ke depan.
Sementara itu, masyarakat di sejumlah daerah Aceh Utara juga telah menyiapkan kebutuhan untuk kenduri Maulid. Hadijah, warga Gampong Aron Pirak, Kecamatan Matangkuli, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak sekitar tiga bulan lalu.
Ia menyiapkan berbagai bahan pangan, termasuk belasan ekor ayam kampung yang dipelihara untuk kebutuhan kenduri pada 12 Rabiul Awal 1448 H.
“Meskipun dua pekan lalu belum ada persediaan dana besar, untuk lusa kenduri Maulid 12 Rabiul Awal insya Allah pasti, walau hanya sangat sederhana. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar Hadijah.
Hadijah berharap kenduri tetap dapat dilaksanakan meski dengan kemampuan yang terbatas. Bagi masyarakat setempat, perayaan Maulid menjadi bagian dari tradisi keagamaan dan sosial yang terus dipertahankan dari generasi ke generasi. (E-2)