1
1
WAKIL Presiden Amerika Serikat J.D. Vance menyatakan bahwa nota kesepahaman (MoU) antara AS-Iran serta perjanjian damai Israel-Libanon memiliki tujuan selaras dalam menjamin integritas teritorial Libanon. Pernyataan ini disampaikan Vance dalam sebuah wawancara yang dirilis pada Selasa (30/6/2026).
“Anda bahkan bisa berpendapat bahwa jika perjanjian damai Libanon-Israel diselaraskan dengan MoU yang ditandatangani antara Amerika Serikat dan Iran, maka secara mendasar kedua dokumen tersebut menyatakan integritas teritorial Libanon akan dihormati,” ujar Vance.
Vance menyoroti adanya perubahan signifikan dalam dinamika kawasan, terutama terkait komunikasi langsung yang kini terjalin antara Israel dan Libanon. Menurutnya, hubungan semacam ini tidak pernah ada beberapa bulan lalu, dan saat ini kedua negara secara umum memiliki keselarasan pandangan mengenai stabilitas wilayah.
Sebelumnya, pada Jumat (26/6), Amerika Serikat, Israel, dan Libanon telah menandatangani kesepakatan kerangka kerja tripartit. Kesepakatan ini dirancang untuk menyelesaikan konflik bersenjata yang telah berlangsung lama. Poin utama dalam dokumen tersebut mencakup pembentukan zona keamanan bagi Israel di Libanon selatan serta perlucutan senjata Hizbullah secara menyeluruh.
Namun, kesepakatan tripartit ini mendapat penolakan keras dari kelompok Hizbullah. Pemimpin Hizbullah, Naim Qassem, menegaskan bahwa kesepakatan yang dimediasi oleh AS tersebut tidak mengikat. Ia bahkan menyebut poin-poin dalam perjanjian itu sebagai bentuk “hilangnya kedaulatan” bagi Libanon.
Di sisi lain, diplomasi antara Washington dan Teheran juga menunjukkan kemajuan. Pada Kamis (18/6), Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman secara jarak jauh untuk menghentikan konflik militer. MoU tersebut mengatur jadwal pencabutan blokade angkatan laut oleh AS, sementara Iran berkomitmen memulihkan lalu lintas pelayaran di Selat Hormuz.
Vance mengakui bahwa situasi di Timur Tengah telah berubah drastis dengan adanya dokumen-dokumen diplomatik ini. “Pertanyaannya sekarang adalah apakah perubahan itu akan bertahan dalam jangka panjang,” pungkasnya. (Ant/I-1)