1
1
UNTUK misi penjelajahan antariksa jauh generasi berikutnya, NASA tengah melakukan uji coba sistem pengisian bahan bakar canggih di orbit Bumi. Pesawat luar angkasa masa depan nantinya akan membutuhkan perangkat khusus yang dikenal sebagai cryocoupler agar dapat mengisi bahan bakar sebelum melanjutkan perjalanan jauh menjelajahi tata surya.
Dikutip dari laman NASA, Minggu (28/6), teknologi ini menuntut kemampuan transfer cairan kriogenik super dingin (seperti hidrogen dan oksigen cair) secara andal tanpa bocor. Karena propelan ini harus tetap berada pada suhu ratusan derajat di bawah nol Fahrenheit, sistem material, segel, dan mekanisme penggeraknya harus memenuhi standar ketahanan yang sangat ketat.
Kopling berbasis darat seperti yang digunakan untuk mengisi tangki SLS (Space Launch System) pada misi Artemis tidak cocok untuk luar angkasa karena sistem pelepasan cepatnya harus disambungkan kembali secara manual untuk penggunaan berikutnya. Selain itu, perangkat darat ini memiliki ukuran yang terlalu besar dan tidak dirancang untuk bertahan di lingkungan antariksa yang keras.
Untuk menjawab tantangan unik ini, NASA menguji cryocoupler khusus yang dikembangkan oleh perusahaan teknologi asal Amerika, L3Harris. Teknologi baru ini dirancang agar bekerja secara mandiri tanpa bantuan manusia demi menjaga keselamatan para astronaut di luar angkasa.
Travis Belcher, manajer proyek cryocoupler di Marshall Space Flight Center NASA di Huntsville, Alabama menjelaskan bahwa kopling kriogenik otomatis ini dapat dipasang dan dilepas berulang kali tanpa mengharuskan astronaut melakukan spacewalk. Perangkat tersebut dirancang ketat untuk bertahan di luar angkasa dengan ukuran yang disesuaikan dengan desain tangki pesawat.
Tim gabungan NASA dan L3Harris melakukan uji suhu ekstrem di NASA Marshall dengan mengalirkan nitrogen cair bersuhu -321 derajat Fahrenheit dalam kondisi tersambung dan terputus. Pengujian ini bertujuan untuk mengamati reaksi kopling terhadap kontraksi termal, aliran, serta perbedaan suhu yang signifikan.
Menurut Engadget, uji operasional juga dilakukan menggunakan meja robotik bergerak untuk menyimulasikan proses dok yang tidak sejajar (misaligned docking). Pengujian ini membuktikan bahwa perangkat tersebut mampu mentoleransi tingkat ketidaksejajaran tertentu saat pesawat luar angkasa merapat ke depot bahan bakar.
Pengujian cryocoupler ini dilakukan sebagai bagian dari Kesempatan Kolaborasi tahun 2022, sebuah kemitraan di mana pusat-pusat NASA menyediakan keahlian, fasilitas, perangkat keras, dan perangkat lunak kepada perusahaan terpilih tanpa dipungut biaya, yang diawasi langsung oleh proyek Cryogenic Fluid Management Portfolio.
(H-4)