1
1
ANGGAPAN bahwa mengonsumsi alkohol dalam jumlah sedang (moderate) dapat memberikan manfaat kesehatan bagi jantung kini resmi dipatahkan. Sebuah studi berskala besar yang diterbitkan dalam jurnal JAMA Network Open mengungkap konsumsi alkohol, sekalipun dalam batas yang dianggap wajar, tetap meningkatkan risiko kematian dini secara signifikan.
Penelitian komprehensif ini dipimpin tim ilmuwan internasional yang menganalisis data kesehatan dari lebih dari 4,8 juta partisipan melalui 107 studi kohort yang mencakup beberapa dekade. Para peneliti secara khusus meneliti kebiasaan minum harian dan dampaknya terhadap angka harapan hidup manusia.
Hasilnya cukup mengejutkan. Tidak ditemukan bukti kuat yang mendukung teori lawas bahwa konsumsi alkohol rendah atau sedang menawarkan perlindungan terhadap penyakit jantung maupun penyebab kematian lainnya. Sebaliknya, risiko kematian dini mulai merangkak naik secara nyata pada wanita yang mengonsumsi lebih dari 25 gram alkohol murni per hari (setara dengan dua gelas standar standar bir atau anggur). Sementara pada pria, peningkatan risiko yang signifikan terlihat saat konsumsi melewati angka 45 gram per hari.
Salah satu peneliti utama studi ini, Dr. Jidong Zhao dari universitas ternama yang terlibat, menegaskan kekeliruan metodologi penelitian terdahulu yang sering kali membuat alkohol terlihat memiliki dampak positif.
“Banyak studi sebelumnya mengategorikan mantan peminum ke dalam kelompok non-peminum. Padahal, banyak dari mereka yang berhenti minum justru karena masalah kesehatan yang sudah ada sebelumnya. Hal ini membuat kelompok non-peminum tampak lebih tidak sehat daripada mereka yang minum alkohol dalam jumlah sedang,” ujar Dr. Zhao.
Ketika tim peneliti mengoreksi bias data tersebut dengan memisahkan mantan peminum dari kelompok orang yang benar-benar tidak pernah mengonsumsi alkohol sepanjang hidupnya, potensi manfaat kesehatan dari konsumsi alkohol sedang langsung sirna.
Dengan adanya temuan ini, para pakar kesehatan kini mendesak otoritas terkait untuk meninjau ulang panduan konsumsi alkohol nasional. Pesan utamanya kini menjadi jauh lebih tegas bagi masyarakat luas: dalam hal alkohol, batas konsumsi yang paling aman untuk menjaga kesehatan jangka panjang adalah tidak meminumnya sama sekali. (EArth/Z-2)