1
1
FILM komedi horor terbaru berjudul, Dukun Magang siap tayang di bioskop. Digarap sutradara Chiska Doppert, film ini menghadirkan cerita tentang mahasiswa skeptis yang harus berhadapan langsung dengan dunia mistis saat meneliti dunia perdukunan demi menyelesaikan skripsinya.
Diproduksi oleh Dens Vision Multimedia bekerja sama dengan Wahana Pictures, film Dukun Magang menggabungkan unsur horor, komedi, konflik persahabatan, dan benturan antara logika modern dengan tradisi mistis.
Film Dukun Magang menempatkan Jefan Nathanio sebagai Raka, karakter utama yang skeptis, ambisius, sarkastik, tetapi memiliki rasa ingin tahu tinggi. Jefan mengatakan, tantangan terbesar selama proses produksi bukan hanya terletak pada pendalaman karakter, tetapi juga ritme syuting yang padat di luar kota.
“Tantangan terbesar lebih ada di waktu shooting yang lumayan padat, karena di sana kita shooting di luar kota, yang di mana kita enggak tahu cuaca seperti apa. Karena itu salah satu tantangan terbesar juga sih, tapi selebihnya enjoy banget,” ujar Jefan dalam keterangan pers yang diterima, Minggu (31/5).
Sementara itu, Hana Saraswati yang memerankan Sekar, sosok cerdas, percaya diri, ceria, dan sangat menghargai tradisi mistis, menyatakan, menjadi karakter Sekar merupakan hal yang menarik karena dia ditantang untuk mampu mempertemukan cara pandang modern dengan tradisi yang hidup di Desa Kalimati.
“Menurut aku, Sekar itu karakter yang menarik karena dia punya sisi modern, tapi tetap dekat dengan budaya dan tradisi desanya. Aku mencoba memahami Sekar sebagai sosok yang melihat dunia mistis bukan hanya sebagai sesuatu yang menakutkan, tapi juga bagian dari kehidupan yang perlu dihargai,” ujar Hana.
Cerita film Dukun Magang berpusat pada Raka Mahardika, mahasiswa tingkat akhir yang percaya bahwa dunia mistis hanya bualan. Namun, hidupnya berubah setelah skripsinya terus ditolak oleh dosennya, Pak Arief. Dalam upaya terakhir agar tidak terancam gagal menyelesaikan kuliah, Raka memilih topik penelitian tentang dunia perdukunan di Desa Kalimati, sebuah desa terpencil yang dikenal kuat dengan tradisi gaib.
Perjalanan Raka ke Desa Kalimati tidak ia lakukan sendiri. Ia datang bersama Boiman, sahabatnya yang penakut tetapi setia, serta Sekar, teman kampus yang berasal dari desa tersebut. Sekar menjadi penghubung antara Raka dengan kehidupan masyarakat Kalimati yang masih memegang erat tradisi mistis.
Awalnya, Raka hanya ingin mengumpulkan bahan skripsi. Namun, situasi berubah ketika ia dan teman-temannya mulai menemukan ritual aneh, rumah-rumah tua, serta warga desa yang menyimpan banyak rahasia. Mereka kemudian bertemu Mbah Djambrong, dukun legendaris yang eksentrik, bijak, dan memiliki peran penting dalam menjaga desa dari gangguan gaib.
Ketegangan meningkat saat Raka tanpa sengaja memicu kemarahan Kuntilanak Hitam, entitas gaib yang telah lama terkurung di Desa Kalimati. Teror itu memaksa Raka mempertanyakan keyakinannya sendiri. Mahasiswa yang semula menolak semua hal mistis itu akhirnya harus menghadapi kenyataan yang tidak bisa ia jelaskan dengan logika.
Deretan pemain lain juga memperkuat cerita, mulai dari Adi Sudirja sebagai Mbah Djambrong, Yan Patroman sebagai Pak Bambang, Wira Nagara sebagai Tejo, Mang Osa sebagai Tarno, Salsabila Zahra sebagai Surti, Dodit Mulyanto sebagai Mas Mulyanto, hingga Mo Sidik sebagai Pak Arief.
Melalui perpaduan komedi dan horor, film Dukun Magang tidak hanya menghadirkan teror dari dunia gaib. Film ini juga membawa konflik tentang persahabatan, keberanian, warisan tradisi, serta cara manusia melihat hal-hal yang berada di luar batas nalar. Film ini dijadwalkan tayang di seluruh bioskop Indonesia mulai 18 Juni 2026. (H-3)